Jakarta, Properti Indonesia – PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) membukukan pendapatan Rp499,7 miliar di kuartal I 2022. Jumlah pendapatan menurun dibandingkan pada periode yang sama tahun 2021 sebesar Rp640,5 miliar. Berdasarkan laporan keuangan perusahaan di Bursa Efek Indonesia, Kamis (2/6), kontribusi terbesar berasal dari pembangkit listrik sebanyak Rp130,9 miliar.
Pendapatan selanjutnya dikontribusi oleh penjualan tanah dan rumah sebesar Rp27,5 miliar, ruang perkantoran dan rumah toko (ruko) sebesar Rp6,02 miliar, tanah dan bangunan pabrik Rp10,8 miliar, tanah matang Rp16,5 miliar, apartemen Rp9,73 miliar, jasa dan pemeliharaan Rp30,3 miliar, dry port Rp26,43 miliar, golf Rp8,95 miliar, penyewaan ruang kantor, pabrik dan ruko Rp5,79 miliar, serta vila dan pariwisata Rp6,31 miliar.
Perusahaan juga membukukan penurunan beban penjualan menjadi Rp280,2 miliar pada kuartal I 2022, dibanding kuartal yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp402 miliar. Sehingga laba bruto di kuartal I 2022 mencapai Rp219,5 miliar. Kemudian rugi bersih periode berjalan Jababeka sekitar Rp28,8 miliar meskipun lebih kecil dibandingkan kuartal I 2021 sebesar Rp53,5 miliar. Sementara aset Jababeka hingga Maret 2022 mencapai Rp12,2 triliun dan liabilitas sebesar Rp5,87 triliun serta ekuitas Rp6,3 triliun.