Bangkok, Properti Indonesia - Salah satu konglomerasi bisnis dalam bidang building materials dan produsen semen di kawasan ASEAN, SCG mencatatkan peningkatan laba pada tahun 2020 di tengah pandemi COVID-19.
Keberhasilan tersebut diklaim didorong oleh dedikasi seluruh karyawan SCG yang secara ketat mematuhi protokol kesehatan untuk menanggulangi COVID-19, serta kelincahan operasional dan penggunaan teknologi digital untuk mengeksplorasi peluang baru dalam menghadirkan inovasi, produk, layanan, dan solusi di tengah situasi pasar yang menantang.
Presiden dan CEO SCG, Roongrote Rangsiyopash, menuturkan, berdasarkan tahun buku 2020 Pendapatan dari Penjualan grup menurun 9% y-o-y menjadi Rp92.396 Miliar (US$ 9.602 Juta). "Sebagian besar penurunan tersebut dikarenakan harga bahan kimia yang lebih rendah dan volume penjualan yang menurun," ujar Roongrote dalam rilis yang diterima Properti Indonesia, Minggu (28/2) lalu.
Meski begitu, sebut Roongrote, perolehan laba yang diraih SCG tercatat sebesar Rp15.736 Miliar (US$ 1.091 Juta) atau meningkat 7% y-o-y. Adapun, sebesar 32% dari total pendapatan dikontribusi oleh Penjualan Produk & Layanan Bernilai Tambah Tinggi (HVA) yang mencapai Rp58.125 Miliar (US$ 4.030 Juta).
Sementara itu, berdasarkan laporan pada Kuartal IV/2020, SCG di Indonesia memiliki total aset senilai Rp40.304 Miliar (US$ 2.868 Juta), turun sebesar 2% y-o-y. SCG melaporkan Pendapatan dari Penjualan pada Kuartal IV/2020 tercatat sebesar Rp3.854 Miliar (US$ 269 Juta) atau menunjukkan penurunan sebesar 14% y-o-y. Sementara, sepanjang tahun 2020, pasar SCG di Indonesia melaporkan Pendapatan dari Penjualan sebesar Rp14.109 Miliar (US$ 975 Juta), turun sebesar 11% y-o-y.
SCG, merupakan salah satu pemimpin bisnis terkemuka di kawasan ASEAN, terdiri dari tiga bisnis utama, yakni: SCG Cement – Building Materials, SCG Chemicals, dan SCG Packaging. Melalui lebih dari 200 perusahaan dan sekitar 57.000 karyawan, SCG menciptakan dan mendistribusikan produk dan layanan inovatif yang menjawab kebutuhan konsumen saat ini dan masa depan.
Seperti diketahui, SCG mulai melebarkan sayap bisnisnya di Indonesia sejak 1995 dengan bisnis perdagangan dan secara bertahap mengembangkan investasinya dalam industri cement-building materials, chemicals, dan packaging. Hingga hari ini, SCG telah memiliki total 30 perusahaan di seluruh Indonesia dan lebih dari 8.300 karyawan.
Beberapa produk yang ditawarkan antara lain produk infrastruktur di bawah merek SCG, termasuk SCG Cement, beton siap pakai Jayamix SCG, beton ringan SCG Smartblock, SCG pipe dan precast, dinding keramik, lantai, dan keramik atap di bawah merek ‘KIA’, PVC resin, corrugated containers, dan kemasan offset printing.