Jakarta, Properti Indonesia – Masjid sebagai tempat ibadah bagi umat Islam biasanya memiliki ruangan yang luas agar dapat menampung banyak jamaah. Bahkan tidak jarang masjid dirancang dengan arsitektur yang unik dan indah sehingga selain menjadi tempat ibadah, masjid juga dapat menjadi tempat wisata religi.
Berikut ini adalah daftar masjid yang memiliki arsitektur unik di berbagai daerah di Indonesia.
Masjid Cheng Ho, Surabaya
Masjid Cheng Ho berlokasi di Jalan Gading, Ketabang, Genteng, Surabaya. Masjid yang tampilannya menyerupai klenteng ini memiliki luas bangunan 99 m2, luas tanah 231 m2, dengan daya tampung jamaah hingga 200 orang. Masjid ini memiliki desain arsitektur perpaduan antara kebudayaan Arab dan Tiongkok.
Dibangun pada 15 Oktober 2001, Masjid Cheng Ho memiliki makna sebagai penghormatan kepada Laksamana Bahariawan Cheng Ho asal China yang beragama Islam dalam perjalanannya ke Asia Tenggara untuk berdagang, menjalin persahabatan, dan menyebarkan agama Islam.
Masjid ini memiliki arsitektur yang didominasi warna merah, hijau, dan kuning, serta ornamen khas Tiongkok. Kemudian pada pintu masuk menyerupai pagoda, relief naga, dan patung singa dari lilin dengan lafaz Allah di puncaknya.
Masjid Kapal Semarang
Masjid Kapal atau Masjid Safinatun Najah ini berlokasi di Jalan Kyai Padak, Kelurahan Podorejo, Kecamatan Ngaliyan, Semarang. Sesuai namanya, masjid ini memiliki arsitektur bangunan yang menyerupai kapal dan dibangun sejak 2015.
Arsitektur bangunan masjid ini menyerupai kapal Nabi Nuh, yang diperintahkan oleh Allah untuk menyelamatkan umatnya dari bencana banjir. Kemudian di sekeliling masjid terdapat kolam air sehingga masjid ini seolah-olah berada di atas air. Karena dianggap unik, masjid ini sering menjadi salah satu tujuan wisatawan untuk liburan dan berfoto.
Masjid Raya Padang, Sumatera Barat
Masjid Raya Padang merupakan salah satu masjid terbesar di Indonesia yang berlokasi di Kecamatan Padang Utara, Padang, Sumatera Barat. Masjid ini dibangun di atas tanah seluas 40 ribu m2, luas bangunan 18 ribu m2 dengan daya tampung jamaah sebanyak 20 ribu orang.
Dibangun pada Desember 2007, masjid ini dirancang oleh Rizal Muslimin ini memiliki arsitektur yang mengikuti tipologi arsitektur Minangkabau dengan ciri khas bangunan berbentuk gonjong. Kemudian penggunaan ukiran Minang serta kaligrafi pada dinding luar masjid. Arsitektur Masjid Raya Padang juga menggambarkan kejadian peletakkan batu Hajar Aswad dengan kain yang dibawa oleh empat orang perwakilan suku di Kota Mekkah pada setiap sudutnya.
Masjid Dian Al-Mahri, Depok
Masjid Dian Al-Mahri atau juga dikenal sebagai Masjid Kubah Emas ini berlokasi di Kecamatan Limo, Depok, Jawa Barat. Masjid ini didirikan oleh Almarhum Dian Djuriah Rais, pengusaha asal Banten. Masjid Kubah Emas didirikan pada tahun 2001 dengan luas 8.000 m2 di atas lahan 70 hektar, dan dikenal sebagai masjid dengan lahan terluas di Jabodetabek. Arsitektur yang mencadi ciri khas masjid ini adalah lima kubah yang dilapisi emas 24 karat. Pelapisan emas pada kubah menggunakan teknik gold mozaik solid.
Masjid Raya Agung Natuna, Kepulauan Riau
Masjid Agung Natuna yang berada di Kepulauan Riau ini memiliki arsitektur yang mirip dengan Taj Mahal di India. Terdapat sungai yang mengapit dua jalan lebar menuju masjid tersebut. Masjid ini didirikan pada tahun 2007, dengan luas tanah 5.500 m2 dan luas bangunan 4.000 m2. Arsitektur bangunan memadukan desain masjid Cordoba di Spanyol, Taj Mahal di India, dan Masjid Nabawi di Arab Saudi. Serta ornamen Masjid Agung Natuna mengambil dari lafaz Al-Quran.