Jakarta, Properti Indonesia - Pertumbuhan harga rumah kelas menengah di kawasan Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi) sepanjang kuartal III 2023 tumbuh positif dengan harga rerata mencapai Rp2,5 miliar.
Berdasarkan laporan yang dirilis konsultan properti Leads Property Services Indonesia bertajuk "Jakarta Property Market Outlook 2024" mencatat, rincian rata-rata harga jual rumah kelas menengah dan atas di sejumlah kawasan di Jabodetabek seperti Jakarta mencapai Rp5,4 miliar, Bogor Rp900 juta, Bekasi Rp1,5 miliar, Depok Rp1,8 miliar, dan Tangerang Rp3,1 miliar.
"Berdasarkan hasil riset yang kami lakukan pada paruh pertama tahun 2023, harga rumah di Depok dan Bekasi mengalami kenaikan yang paling tinggi, dengan rincian Bekasi sebanyak 20 persen secara tahunan dan Depok naik 17 persen secara tahunan," ujar Martin S Hutapea, Associate Director PT Leads Property Services Indonesia saat menggelar acara diskusi bersama sejumlah media bertemakan "Property Market Outlook 2024" di Jakarta, Rabu (29/11) lalu.
Menurut Martin, untuk lokasi lainnya juga mengalami kenaikan, seperti Tangerang yang naik sebesar 7,8 persen, Jakarta naik 1,4 persen, dan Bogor 8,3 persen. "Kehadiran akses tol menjadi trigger bagi Depok dan Bekasi sehingga mengalami kenaikan harga signifikan dalam satu tahun terakhir, sementara harga rumah di Jakarta justru tumbuh terbatas," jelasnya.
Dalam catatan Leads Property Services Indonesia, pasokan rumah tapak di Jabodetabek pada pertengahan tahun 2023 mencapai 162 ribu unit, dimana jumlah terbanyak berada di Tangerang dan Bekasi. Dengan rincian Tangerang 44 persen, Bekasi 25 persen, Bogor 21 persen, Jakarta 5 persen, dan Depok 5 persen. Bisa dibilang, pergerakan pasar rumah tapak di Bodetabek cenderung tumbuh positif sejak pandemi.
Sementara itu, Hendra Hartono, CEO PT Leads Property Services Indonesia dalam kesempatan yang sama mengatakan, pada tahun 2024, pengembangan rumah tapak masih akan cenderung terfokus di wilayah Tangerang dan Bekasi karena sehatnya tingkat penjualan dan ketersediaan lahan yang melimpah. Selain itu, populasi di kedua daerah ini cukup tinggi dan lokasinya dekat dengan Jakarta sehingga memudahkan pekerja untuk menuju kota tersebut.
"Faktor ketersediaan lahan yang luas dan terjangkau di Tangerang dan Bekasi terutama di tingkat Kabupaten, akan mendorong pertumbuhan perumahan tapak di Jabodetabek," ungkap Hendra.

Martin S Hutapea, Associate Director PT Leads Property Services Indonesia dalam acara diskusi bersama sejumlah media di Jakarta, Rabu (29/11) lalu.
Menurut Hendra, pihaknya juga mencatat peluang lainnya untuk pasar rumah tapak di Jabodetabek pada tahun 2024, antara lain insentif PPN DTP yang akan meringankan beban pajak bagi konsumen sehingga diharapkan masyarakat dapat lebih mudah mengakses properti di bawah Rp2 miliar, serta memacu likuiditas pasar properti dan mendongkrak pertumbuhan ekonomi di sektor tersebut.
"Selain itu diharapkan nantinya para pengembang besar akan fokus pada pembangunan skala township sehingga akan membuka peluang kerja sama dengan investor asing yang tak hanya akan memberikan akses permodalan namun juga pengalaman dan keahlian," ungkap Hendra.