Batam, Properti Indonesia - Perusahaan private equity asal Hongkong yang bergerak dalam bidang properti, Gaw Capital Partners, mengumumkan telah melakukan ekspansi di luar China dengan mendirikan perusahaan platform pusat data bertajuk Data Center First Pte Ltd, Jumat (23/7) lalu.
Perusahaan patungan antara Gaw Capital Partners dan Wong Ka Vin tersebut akan berkantor pusat di Singapura dan memilih membangun proyek pertama mereka yang disebut kampus pusat data di kawasan Nongsa, Batam untuk mendukung investasi pusat data Internet di Asia, selain Cina. Dipilihnya Batam karena wilayah tersebut telah digadang gadang sebagai kawasan ekonomi khusus (KEK) Digital yang akan menjadi jembatan penghubung berbagai perusahaan digital dan teknologi antara Indonesia dan Singapura.
Sementara, Wong Ka Vin sendiri dikenal sebagai senior dalam bidang industri data centre dunia, diantaranya membangun platform pusat data i-STT pada tahun 1999, Equinix Asia-Pasifik pada tahun 2002, ChinData pada 2011, 1-Net North di Singapura serta 30MVA.
“Saya senang bisa bekerja dengan Ka Vin dan tim profesionalnya dalam menciptakan platform operasi pusat data tersebut. Sebab, ini menjadi tonggak penting dalam pertumbuhan Gaw Capital Partners di industri pusat data, industri yang memungkinkan peluang transformasi digital bagi organisasi secara global untuk terus tumbuh,” ujar Presiden sekaligus Kepala Pelaksana Gaw Capital Partners, Kenneth Gaw dilansir dari portal mingtiandi.com.
Untuk mempercepat pembangunan data center tersebut, Gaw nantinya juga akan menerapkan sejumlah strategi seperti kombinasi beberapa asset serta akuisisi platform, termasuk diantaranya menggandeng mantan eksekutif Pusat Data Keppel, Kok-Chye Ong sebagai Managing Director sekaligus Head Of Internet Data Centres.
Sebelumnya, The Straits Times melaporkan, setidaknya sebanyak 20 operator pusat data dunia sedang mempertimbangkan untuk berekspansi di Nongsa Digital Park, dimana satu diantaranya telah mencapai kesepakatan sebagai pembeli 2,75 hektar lahan di kawasan tersebut.
Salah satu operator mengatakan kepada Straits Times bahwa Batam menarik karena relatif terlindungi dari bencana alam, dan secara geografis dekat dengan Singapura serta memiliki pangsa pasar sebanyak 270 juta orang. “Industri pusat data global terus tumbuh dan pasar dengan pertumbuhan tercepat adalah Asia,” ujar Wong Ka Vin.