Evergrande Tangguhkan Perdagangan Sahamnya di Bursa Efek Hong Kong

Evergrande Tangguhkan Perdagangan Sahamnya di Bursa Efek Hong Kong
Perusahaan properti asal China, Evergrande Group (Sumber: Reuters)

Jakarta, Properti Indonesia – Raksasa properti asal China, Evergrande, menangguhkan perdagangan sahamnya di Bursa Efek Hong Kong pada 3 Januari 2022. Dilansir dari laman BBC, Selasa (4/1), pernyataan manajemen Evergrande ke bursa tidak memberikan alasan jelas terkait dengan pengajuan penghentian perdagangan saham tersebut.  

Diketahui, Evergrande memiliki utang lebih dari US$300 miliar atau setara Rp4.260 triliun dan tengah berusaha mengumpulkan uang tunai dengan menjual aset dan saham untuk membayar ke kreditur.

Pada minggu lalu, Evergrande juga membatalkan rencana untuk membayar investor dalam produk wealth management. Kemudian pada Senin malam (3/1), Evergrande telah mengkonfirmasi bahwa mereka telah menerima perintah dari pihak berwenang di Kota Danzhou, Provinsi Hainan pada 30 Desember untuk membongkar 39 unit properti yang sedang dibangun di proyek Ocean Flower Island. Meskipun alasan pembongkaran tersebut belum diketahui, namun media lokal mengatakan bahwa proyek tersebut dibangun secara ilegal.

Kemudian Evergrande mengatakan pada hari Jumat lalu, bahwa setiap investor dalam produk wealth management dapat menerima dana sebesar US$1.257 per bulan sebagai pembayaran pokok selama tiga bulan terlepas dari kapan investasi tersebut jatuh tempo.

Belum lama ini Evergrande juga tidak melakukan pembayaran bunga atas obligasi luar negerinya. Obligasi perusahaan senilai US$19 miliar dianggap gagal bayar oleh lembaga pemeringkat setelah melewati tenggat waktu pembayaran pada bulan lalu. Perusahaan menangguhkan sahamnya pada awal Oktober 2021 dan mengatakan langkah itu jelang pengumuman yang berisi informasi orang dalam tentang transaksi besar. Dalam laporan disebutkan perusahan real estat saingannya, Hopson Development akan membeli 51 persen saham di unit layanan propertinya.

Namun, pada akhir bulan Oktober Evergrande mengatakan bahwa kesepakatan senilai US$2,6 miliar itu telah gagal karena mereka tidak dapat menyetujui persyaratan kesepakatan. Sehingga saham Evergrande berkurang hampir 90 persen nilainya tahun lalu karena investor menjadi semakin khawatir tentang masa depannya.

Tags
#Developer #Berita Properti #real estate #properti #Evergrande