Jakarta, Properti Indonesia – Perusahaan properti China Evergrande Group kembali akan menunda waktu pembayaran kupon obligasi selama enam bulan ke depan atau hingga Juni 2022. Kupon obligasi tersebut sebesar 4,5 miliar yuan atau sekitar Rp2,24 triliun.
Dilansir dari Reuters, Senin (10/1), perusahaan developer tersebut saat ini masih terus berjuang untuk membayar utang lebih dari US$300 miliar, termasuk hampir US$20 miliar obligasi luar negeri yang telah dianggap gagap bayar oleh lembaga pemeringkat pada bulan lalu.
Permintaan penundaan pembayaran kupon obligasi disampaikan secara daring pada 7 Januari hingga 10 Januari 2022. Perusahaan juga akan memberikan beberapa proposal kepada pemegang obligasi.
Perdagangan obligasi telah dihentikan mulai 6 Januari 2022 atau menjelang pertemuan dengan pemegang obligasi. Evergrande berusaha menunda pembayaran kupon obligasi Hengda Real Estate Group sebesar 4,5 miliar yuan dengan bunga 6,98 persen hingga 8 Juli 2022. Hal ini akan memberi pemegang obligasi opsi untuk menjual obligasi kembali ke penerbit akhir pekan ini.
Sebelumnya, Evergrande selalu membayar obligasi sesuai jatuh tempo yang berlaku dalam perjanjian awal. Pihak berwenang China telah berkali-kali meyakinkan pasar bahwa masalah Evergrande dapat diatasi. Pemerintah China juga memastikan bahwa membayar upah pekerja dan mengirimkan rumah kepada pembeli.