Jakarta, Properti Indonesia - Aktivitas pemanasan global secara terus menerus tak bisa dipungkiri membuat panas matahari tertahan hingga menyebabkan perubahan iklim. Berbagai upaya pun telah dilakukan oleh negara-negara di dunia melalui sejumlah kesepakatan dan perjanjian untuk meminimalisir dan menanggulangi pemanasan global tersebut, tak terkecuali Indonesia.
Untuk mendukung pembangunan secara berkelanjutan, Pemerintah Indonesia sendiri telah menerapkan prinsip ESG (Environmental, Social, Governance) bagi beragam stakeholders, termasuk di dalamnya para pelaku usaha di industri properti.
Pada sektor ini, salah satu usaha yang dilakukan misalnya dengan mengimplementasikan konsep pembangunan berkelanjutan dan ramah lingkungan pada proyek-proyek yang dikembangkan.
Diantara banyak developer properti yang menerapkan kebijakan tersebut, Sinar Mas Land adalah salah satunya. Pengembang kawasan BSD City ini diketahui juga mendukung penuh kebijakan pemerintah untuk mencapai target Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060.
Chief Risk & Sustainability Officer Sinar Mas Land, M Reza Abdulmajid dalam sesi Media Talkshow bertemakan “Penerapan ESG dan Dampaknya Bagi Sektor Properti”, mengatakan bahwa pihaknya terus melakukan pembangunan berkelanjutan yang diterapkan dalam produk properti dengan target mengurangi emisi karbon hingga 34 persen dari penggunaan listrik pada tahun 2034 mendatang.
Chief Risk & Sustainability Officer Sinar Mas Land, M Reza Abdulmajid (ke 3 dari kanan) dalam sesi Media Talkshow bertemakan “Penerapan ESG dan Dampaknya Bagi Sektor Properti, Rabu (2/8).
"Upaya penerapan konsep sustainable development ini memberikan dampak yang positif bagi pengembang dan pemilik properti seperti pengurangan biaya operasional, penghematan penggunaan energi listrik, hingga peningkatan kesehatan dan produktivitas penghuni," ujar Reza dalam keterangannya, Rabu (2/8).
Menurutnya, dampak positif yang dihasilkan dari penerapan konsep pembangunan berkelanjutan mendorong konsumen melirik rumah dan gedung yang ramah lingkungan untuk investasi dan kepemilikan mereka. Seperti gedung perkantoran BSD Green Office Park telah memiliki occupancy rate di atas 93 persen.
"Apalagi saat ini tren green living juga sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat urban," imbuhnya.
Inisiatif yang sudah dilakukan Sinar Mas Land antara lain penerapan material ramah lingkungan, menggunakan Energi Baru Terbarukan (EBT) melalui penerapan panel surya di bangunan-bangunan komersial, sarana penerangan jalan hingga pemanfaatan layanan Renewable Energy Certificate (REC) dari PT PLN (Persero). Melalui layanan tersebut, Sinar Mas Land turut mendukung inisiasi pemerintah dan mengambil bagian dalam mengurangi emisi CO2.
Sejumlah gedung perkantoran milik Sinar Mas Land juga telah mendapatkan sertifikasi Green Building dari Green Building Council Indonesia (GBCI). Selanjutnya, untuk kawasan perkantoran BSD Green Office Park sudah tersertifikasi Gold Green District dari Building Construction Authority (BCA) Singapura.
Dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan, Sinar Mas Land telah bekerja sama dengan Chandra Asri untuk mengaplikasikan aspal dengan campuran sampah plastik sepanjang 3,8 km atau 56.138 m2 di kawasan BSD City pada tahun 2022 dan berlanjut hingga tahun 2023. Upaya tersebut dilakukan untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan dan memberdayakan masyarakat sekitar daerah pembangunan menuju penerapan model ekonomi sirkular.