Jakarta, Properti Indonesia – Pengembang Intiland Development termasuk salah satu perusahaan properti yang cukup berhasil dalam mempertahankan kinerja usahanya sepanjang tahun 2020, di tengah tekanan dan penurunan pasar properti akibat pandemi Covid-19.
Berdasarkan laporan keuangan tahunan yang berakhir 31 Desember 2020, Perseroan membukukan pendapatan usaha sebesar Rp2,89 triliun. Jumlah tersebut naik Rp154,3 miliar atau 5,3 persen dibandingkan pencapaian tahun 2019 sebesar Rp2,74 triliun.
Kontribusi terbesar dari kenaikan pendapatan usaha tersebut berasal dari segmen pendapatan pengembangan (development income) sebesar Rp2,3 triliun atau 79,6 persen dari keseluruhan. Nilai pendapatan dari segemen ini meningkat sebesar 8,2persen dibandingkan tahun 2019 lalu senilai Rp2,1 triliun.
Selain development income, sumber pendapatan usaha lainnya berasal dari pendapatan berkelanjutan (recurring income) yang memberikan kontribusi sebesar Rp589,1 miliar atau 20,4 persen dari total revenue. Pencapaian segmen ini mengalami penurunan 5,7 persen dibandingkan pencapaian tahun 2019 yang nilainya mencapai Rp623,1 miliar.
Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland Archied Noto Pradono menuturkan, untuk pendapatan yang berasal dari segmen development income kontribusi utama ditopang oleh peningkatan pengakuan penjualan dari sejumlah pengembangan mixed-use and high rise yang telah selesai masa pembangunannya, seperti condominium Graha Golf dan The Rosebay di Surabaya serta penjualan unit-unit stok di sejumlah proyek apartemen seperti 1Park Avenue di Jakarta.
“Segmen pengembangan mixed-use & high rise ini mencapai Rp1,8 triliun atau 63,4 persen dari total pendapatan development income,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Kamis (29/04).
Menurutnya, kontributor lainnya berasal dari segmen pengembangan kawasan perumahan sebesar Rp432,8 miliar atau 14,9 persen dari keseluruhan. Pendapatan dari segmen ini mengalami penurunan lebih dari 50% dibandingkan perolehan tahun 2019 senilai Rp942 miliar. Adapun, segmen pengembangan kawasan industri menyumbang sebesar Rp36,7 miliar atau 1,3 persen.
Sementera itu dari sisi kinerja profitabilitas, sebut Archied, Perseroan mencatatkan perolehan laba kotor tahun 2020 mencapai Rp1,18 triliun atau naik tipis dibandingkan tahun 2019 sebesar Rp1,13 triliun. Laba usaha Perseroan juga meningkat 29 persen menjadi Rp778,4 miliar, dibandingkan tahun 2019 senilai Rp603,5 miliar. Laba bersih Perseroan tercatat mencapai Rp76,8 miliar, atau mengalami penurunan 69 persen dibandingkan tahun 2019 sebesar Rp251,4 miliar.