Colliers: Pembeli End User Mulai Kembali Beli Apartemen

Colliers: Pembeli End User Mulai Kembali Beli Apartemen
Citadines Gatot Subroto (citadinesgatotsubroto.com-jakarta.com)

Jakarta, Properti Indonesia - Memasuki era pasca pandemi tercatat masih banyak proyek apartemen yang sebelumnya tertunda mulai rampung pembangunannya pada kuartal II 2023. Colliers Indonesia mengungkapkan, developer atau pengembang apartemen saat ini masih berhati-hati dan fokus pada penjualan unit eksisting (ready stock) dibanding meluncurkan proyek apartemen baru. " 

"Developer saat ini masih fokus menghabiskan atau menjual unit yang masih mereka pegang. Inisiatif untuk meluncurkan produk-produk baru belum kelihatan hingga saat ini," ujar Head of Research Colliers Indonesia, Ferry Salanto dalam media briefing, Kamis (20/7). 

Menurut Ferry, hal ini karena masyarakat atau konsumen fokusnya tidak lagi untuk membeli apartemen, melainkan untuk prioritas lain sehingga kegiatan launching tidak terlalu banyak atau aktif seperti sebelum pandemi. Ferry juga menjelasan sebelum pandemi, perbandingan antara pembeli end users dengan pembeli investor itu sekitar 40% : 60 %, sehingga terlihat bahwa orang-orang yang membeli apartemen ini untuk investasi bukan untuk dihuni. 

Namun, di tahun 2023 ini terlihat adanya pergeseran yang cukup signifikan antara end users dan investor. Pada kuartal I 2023, perbandingan end users dan investor menjadi 42% : 52%. Hal ini terlihat bahwa end users mulai banyak yang kembali untuk membeli apartemen. 

"Penyebabnya adalah, end users ini beli karena ada kebutuhan dan juga fokus dari pengembang untuk menghabiskan stok yang mereka punya. Mereka fokus untuk menghabiskan stok dengan mempromosikan melalui gimmick-gimmick menarik sehingga itu membuat orang-orang yang mau beli apartemen lebih tertarik," jelas Ferry. 

Selanjutnya, end users membeli apartemen yang sudah ready stock. Dibanding biasanya investor yang lebih bermain di produk-produk yang masih dalam tahap pembangunan atau under construction, dengan tujuan agar mendapatkan capital gain yang lebih baik. Terlebih saat ini stok apartemen under construction tida terlalu banyak. 

Tingkat penyerapan untuk produk ready stock atau eksisting lebih stabil dibanding under construction. Artinya memang di sini kbeanyakan yang bermain adalah orang-orang yang perlu untuk mereka beli. Sementara investor memang lebih kebanyakan orang-orang yang bermain di proyek under construction. Jadi, produk baru yang diluncurkan dengan harga yang masih menarik dan mereka mengharapkan ada capital gain di kemudian hari, pada saat proyek tersebut mulai ready," papar Ferry. 

Berdasarkan laporan Colliers,  terdapat sebanyak 48 persen proyek apartemen akan rampung hingga tahun 2025 berlokasi di Jakarta Selatan dan didominasi kelas Middle Upper. Dari sisi penjualan, terpantau melambat terlebih saat musim liburan. Namun, harga dan permintaan diperkirakan akan terus stabil seiring dengan perkembangan infrastruktur. 

Pada pasar apartemen di Jakarta, tercatat ada satu proyek yang rampung di semester I 2023 yaitu Citadines Gatot Subroto. Colliers juga memprediksi area CBD Jakarta masih mendominasi hingga tahun 2025, dan harga akan bertumbuh sebanyak 1-3 persen dalam tiga tahun mendatang. 

Sementara itu, untuk pasar apartemen Surabaya, wilayah Surabaya Barat masih menjadi lokasi favorit developer. Hal ini terlihat dari jumlah proyek launching yang banyak dalam lima tahun terakhir. Salah satunya adalah Pakuwon Group yang aktif hingga semester I 2023 dengan melaunching proyek Clayson dan Lancaster Tower. 

Tags
#apartemen #Berita Properti #properti #Jakarta #Surabaya #Hunian Tetap #colliers indonesia