Bank BTN Siapkan Dana untuk Lunasi Obligsi Rp2,72 Triliun Tahun Ini

Bank BTN Siapkan Dana untuk Lunasi Obligsi Rp2,72 Triliun Tahun Ini
Bank BTN (btn.co.id)

Jakarta, Properti Indonesia – PT Bank Tabungan Negara (Persero) tbk (BBTN) telah menyiapkan dana untuk pembayaran obligasi yang akan jatuh tempo pada tahun ini senilai Rp2,72 triliun. Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Senin (20/2), kesiapan dana untuk pelunasan obligasi paling lambat 15 hari bursa sebelum efek dimaksud jatuh tempo. 

Obligai tersebut adalah obligasi berkelanjutan I tahap II 2013 senilai Rp2 triliun yang akan jatuh tempo pada 27 Maret 2023, serta obligasi berkelanjutan IV tahap I 2020 seri B senilai Rp727 miliar yang akan jatuh tempo pada 19 Agustus 2023, sehingga total obligasi yang harus dibayar sebesar Rp2,72 triliun.

“Berdasarkan posisi keuangan dalam laporan keuangan bulanan Bank BTN terakhir per 31 Desember 2022, dana tersebut ditempatkan pada pos efek-efek melalui surat perbendaharaan negara,” tulis manajemen BTN.

Selain itu, Bank BTN berencana menerbitkan obligasi dan efek beragun aset (EBA) pada tahun dengan total dana yang dibidik sebesar Rp1,5 triliun dan akan dilaksanakan pada kuartal III 2023. Penerbitan obligasi dan EBA tersebut untuk mendorong penyaluran kredit yang ditargetkan tumbuh 10-11 persen.

“Tahun ini kami rencana terbitkan Rp1 triliun obligasi, EBA juga ada Rp500 miliar, ini untuk jaga likuiditas dari pasar EBA dan pasar obligasi. Obligasi di kuartal III penggunaan dana untuk kredit,” ujar Direktur Finance BBTN, Nofry Rony Poetra dalam paparan kinerja Bank BTN, Kamis (16/2) lalu, dilansir dari laman Neraca.

Sebagai informasi, Bank BTN berhasil membukukan laba sebesar Rp3,04 triliun sepanjang tahun 2022. Nilai ini tumbuh 28,15 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,37 triliun. Laba ini ditopang oleh pertumbuhan kredit, perbaikan proses bisnis dan kualitas kredit, serta kenaikan simpanan.

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2022, penyaluran kredit mencapai Rp298,28 triliun atau naik 8,53 persen dari tahun sebelumnya sebesar Rp274,83 triliun. Untuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR), tumbuh 9,23 persen menjadi Rp233,68 triliun. Pada segmen ini, KPR Subsidi tumbuh 11,61 persen menjadi Rp145,86 triliun.

Tags
#Berita Properti #KPR #BTN #properti #obligasi