Jakarta, Properti Indonesia – PT Agung Podomoro Land Tbk membukukan pendapatan prapenjualan atau marketing sales sebear Rp2,7 triliun pada tahun 2021. Corporate Secretary APLN, Justini Omas mengatakan pencapaian marketing sales tersebut melampaui target yang ditetapkan sebanyak Rp2 triliun.
Perolehan marketing sales didorong pengembangan proyek properti baru sepanjang tahun 2021, seperti Kota Podomoro Tenjo dan Bukit Podomoro Jakarta. Serta mempercepat pembangunan sejumlah proyek seperti Podomoro Park Bandung, Podomoro Golf View Cimanggis, Grand Taruma Karawang dan Podomoro City Deli Medan.
“Kami berhasil mengoptimalkan dan memanfaatkan insentif pajak properti yang diberikan oleh pemerintah pada tahun 2021 agar penjualan terus meningkat,” ujar Justini dalam siaran pers, dikutip Senin (7/2).
Dari total marketing sales perseroan, Kota Podomoro Tenjo memberikan kontribusi terbesar sebanyak 29 persen. Pencapaian marketing sales juga berasal dari penjualan proyek-proyek properti. Berbeda dengan tahun 2020 dengan total marketing sales sebesar Rp3,5 triliun, sekitar 89 persen berasal dari penjualan 280 hektar lahan industri di Karawang, Jawa Barat.
“Untuk tahun 2021, marketing sales kami hampir seluruhnya berasal dari penjualan properti,” imbuh Justini.
Perseroan tengah mengembangkan dua proyek baru yaitu Bukit Podomoro Jakarta dan Kota Podomoro Tenjo. Khusus Bukit Podomoro Jakarta, merupakan kawasan hunian yang dibangun di atas lahan seluas 9,6 hektar dengan hunian sebanyak 321 unit dan 115 unit ruko. Sementara Kota Podomoro Tenjo akan dibangun di area seluas 650 hektar. Pada tahap awal akan dibangun sebanyak 40 hektar dengan 4 klaster yaitu Angsana, Burgundy, Kana dan Kalimenta.