Adhi Commuter Properti Dapat Peringkat idBBB dengan Outlook Negatif

Adhi Commuter Properti Dapat Peringkat idBBB dengan Outlook Negatif
Ilustrasi LRT City Bekasi (Dok. PT Adhi Commuter Properti Tbk)

Jakarta, Properti Indonesia – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memberikan peringkat idBBB untuk PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP) dengan outlook peringkat perusahaan ‘negatif’, serta Obligasi I Tahun 2021 Seri A dan Seri B senilai Rp491 miliar yang akan jatuh tempo pada 27 Mei 2022. 

 “Prospek peringkat perusahaan ‘negatif’ untuk mengantisipasi penurunan dukungan dari PT Adhi Karya Persero (Persero) Tbk (ADHI) yang memiliki peringkat idA-/stabil sebagai konsekuensi kegiatan IPO ADCP ada Februari 2022,” tulis analis Pefindo, Aryo Perbongso dan Kresna Piet Wiryawan dalam analisa Pefindo, dikutip Rabu (9/3).

Lanjutnya, peringkat ADCP dapat diturunkan jika dukungan induk usaha melemah dalam waktu dekat, termasuk penarikan fasilitas pemegang saham yang dapat meningkatkan risiko pembiayaan kembali atau refinancing. Mengingat selama beberapa tahun terakhir, ADCP sangat bergantung pada induk perusahaan untuk membiayai belanja modalnya, dan jika komitmen pinjaman pemegang saham dicabut hal ini dapat membatasi rencana ekspansi bisnis.

“Kami juga mengantisipasi struktur permodalan yang lebih agresif karena perseroan berencana untuk mengeluarkan belanja modal (capex) yang cukup besar dalam waktu dekat yang dibiayai oleh pendanaan eksternal,” imbuh Aryo.

Kemudian obligor dengan peringkat idBBB memiliki kemampuan memadai untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang. Namun, kondisi ekonomi yang merugikan atau keadaan yang berubah cenderung melemahkan kemampuan obligor untuk memenuhi komitmen keuangannya. Peringkat tersebut mencerminkan dukungan yang kuat dari ADHI, captive market dari komuter Light Rail Transit (LRT) dengan konsep transit oriented development (TOD), dan kualitas aset yang baik.

Peringkat tersebut juga dibatasi oleh struktur permodalan agresif dan proteksi arus kas lemah, pendapatan berulang yang terbatas, serta kerentanan terhadap perubahan kondisi makroekonomi. Selain itu, peringkat juga dapat diturunkan jika ADCP membukukan utang lebih besar dibandingkan proyeksi. Jika pendapatan atau EBITDA lebih rendah dari ekspetasi, karena tingkat penjualan rendah, perkembangan kostruksi tertunda, dan biaya yang lebih tinggi dari perkiraan, mengakibatkan struktur permodalan lebih agresif dan proteksi arus kas lebih rendah.

Di sisi lain, prospek dapat direvisi menjadi stabil jika ADHI dapat menunjukkan tingkat dukungan stabil atau lebih kuat kepada ADCP dala jangka pendek hingga menengah, atau jika ADCP meningkatkan posisi bisnisnya secara substansial dengan melampaui target pendapatan dan EBITDA, diikuti dengan penguatan struktur permodalan dan proteksi arus kas secara berkelanjutan.

Tags
#Berita Properti #Bisnis Properti #properti #Sektor Properti #obligasi #Adhi commuter properti