Jakarta, Properti Indonesia – Developer PT Adhi Commuter Properti (ADCP) berencana menerbitkan surat utang atau obligasi senilai Rp500 miliar. Langkah yang dilakukan Anak perusahaan dari PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) ini karena melihat pasar properti mulai membaik, sekaligus menambah portofolio dan ekspansi perseroan pada area Transit Oriented Development (TOD).
“Dana hasil penawaran umum obligasi I Adhi Commuter Properti tersebut akan dipakai untuk belanja menambah land bank dan penandaan sejumlah proyek,” ujar Direktur Utama ADCP Rizkan Firman, Kamis (15/4).
Surat utang obligasi ADCP rencananya ditawarkan dalam dua seri terdiri dari Seri A yang memiliki tenor 365 hari dengan kupon 9,5% hingga 10,5% , dan seri B memiliki tenor 3 tahun dengan kupon 10,5% hingga 11%. Kemudian mendapat modal dari Grup ADHI sebesar Rp1,13 trilun. Selain itu, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) juga telah memberikan rating idBBB untuk obligasi Perusahaan yang akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Hingga September 2020 ADCP mencatat pendapatan sebesar Rp699 miliar dan laba bersih sebesar Rp88,2 miliar. Kemudian aset perseroan mencapai Rp4,7 trliun dengan ekuitas sebesar Rp2 triliun. Serta laba kotor sebesar 17,9% dengan EBITDA mencapai Rp154 miliar.
Pada tahun 2021 ini ADCP menargetkan marketing sales senilai Rp1,5 triliun. Terhitung hingga kuartal I-2021, marketing sales Perusahaan telah mencapai sekitar 25% dari target yaitu sebanyak Rp375 miliar.
Perusahaan juga tengah masif mengembangkan konsep kawasan TOD. Sejauh ini ADCP telah memiliki 140 hekyar lahan yang mencakup 7 stasiun, 13 proyek dengan total 54.076 unit. Kemudian untuk lima tahun ke depan, ADCP akan fokus pada bisnis di segmen high rise, landed house, dan commercial area.
Serta melakukan serah terima pada seluruh tower 1 dan tower 2 pada proyek-proyek perusahaan yang telah berjalan dari tahun 2020-2021. Sementara proyek yang sudah diserah terma kepada konsumen diantaranya LRT City Bekasi-Eastern Green, Jatibening, Sentul, dan MTH.