Ciptadana Sekuritas: Pasar Properti Diproyeksi Membaik Tahun Ini

Ciptadana Sekuritas: Pasar Properti Diproyeksi Membaik Tahun Ini
Ilustrasi properti (Freepik)

Jakarta, Properti Indonesia – Penjualan residensial di pasar perdana mengalami kontraksi yang cukup dalam pada tahun 2020. Penurunan penjualan properti berdampak pada semua tipe hunian, terutama rumah berukuran besar. Selain karena Covid-19, kendala utama penjualan properti pada periode tersebut antara lain harga yang lebih tinggi pada bahan bangunan, masalah perizinan atau birokrasi, suku bunga pinjaman perumahan yang tinggi, dan persyaratan uang muka yang besar, dan masalah pajak. 

 Dalam laporan PT Ciptadana Sekuritas Asia yang bertajuk Market Outlook 2022: Property Sector, Rabu (12/1), menyebutkan meskipun penjualan yang menurun akibat gelombang kedua Covid-19, pasar properti diyakini akan bangkit kembali di tahun 2022 ini.

“Kami optimis dengan meningkatnya vaksinasi, pasar properti akan bangkit kembali pada tahun 2022,” ungkap Analis Ciptadana Sekuritas Asia, Yasmin Soulisa.

Indikator yang menunjukkan pasar properti mulai membaik, yakni rendahnya suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) yang berada di level 3,5% yang membuat suku bunga KPR tetap rendah sehingga meningkatkan permintaan properti residensial tahun ini.

BI juga memperpanjang insentif uang muka atau down payment (DP) 0% dan pemberian kredit atau pembiayaan properti dengan rasio loan to value (LTV) hingga 650 sampai 31 Desember 2022. Rendahnya suku bunga juga membuat permintaan KPR meningkat dan mayoritas konsumen properti atau sekitar 75% menggunakan KPR untuk pembelian.

“Dengan demikian, pasar properti kembali bangkit tahun ini sehingga kami memandang overweight terhadap sektor properti. Salah satu emiten yang akan menunjukkan penjualan yang solid adalah PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR),” lanjut Yasmin. LPKR diprediksi mampu menumbuhkan pendapatan menjadi Rp17,1 triliun pada tahun 2022 dengan perolehan laba bersih sebesar Rp233 miliar.

CEO LPKR, John Riady juga optimis, sektor properti di tahun 2022, setelah mengalami pemulihan signifikan pada tahun lalu. Pertumbuhan positif sektor properti di tahun ini tidak luput dari sejumlah faktor, seperti insentif dari pemerintah, suku bunga rendah, dan tingginya permintaan rumah tapak oleh segmen milenial.

 

Tags
#hunian #rumah #Berita Properti #properti #residensial